<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Abandoned Recovery Facility</title>
	<atom:link href="http://lostscripts.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lostscripts.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Feb 2011 23:01:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lostscripts.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Abandoned Recovery Facility</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lostscripts.wordpress.com/osd.xml" title="Abandoned Recovery Facility" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lostscripts.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MGR 7</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/26/mgr-7/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/26/mgr-7/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 23:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Merry go Round]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Merry Go Round Chapter 7: Under_7 Lubang itu&#8230; Bahkan ketika mentari bersinar terik, kegelapan masih pekat memancar dari sana, bersama kerlip jutaan bintang beraneka warna, masing-masing memaksa manusia mengakui ketakberdayaannya. Sungguh Indah. Bumi hanyalah setitik debu di jagat semesta maha luas. Apakah ini yang dilihat Jrod saat ia masih hidup? Tak salah lagi. &#8220;Hei DEADUS [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=45&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merry Go Round<span id="more-45"></span></p>
<p>Chapter 7: <strong>Under_7</strong></p>
<p>Lubang itu&#8230;<br />
Bahkan ketika mentari bersinar terik, kegelapan masih pekat memancar dari sana, bersama kerlip jutaan bintang beraneka warna, masing-masing memaksa manusia mengakui ketakberdayaannya.</p>
<p>Sungguh Indah.</p>
<p>Bumi hanyalah setitik debu di jagat semesta maha luas.</p>
<p>Apakah ini yang dilihat Jrod saat ia masih hidup? Tak salah lagi.</p>
<p>&#8220;Hei DEADUS apa kau berasal dari sana?&#8221;</p>
<p><em>Mungkin ya, mungkin tidak</em></p>
<p>&#8220;Untuk apa kau datang kemari?&#8221;</p>
<p><strong><em>PERTEMPURAN</em></strong></p>
<p>Jo tertawa, ketika orang mulai berbicara sendiri, itu artinya ia mesti memeriksakan dirinya ke psikiater terdekat.</p>
<p><strong>Melihat yang tak terlihat</strong><br />
<strong>Mendengar yang tak terdengar</strong></p>
<p>&#8220;Siapa sebenarnya yang gila?&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah warna merah yang kau lihat sama dengan yang kulihat?&#8221;</p>
<p><em>Mungkin ya, mungkin tidak</em></p>
<p>&#8220;Karena kau tidak melihat apa yang kulihat dan aku tak melihat apa yang kau lihat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena apa yang berada dalam pikiranku hanya diketahui olehku sendiri.&#8221;</p>
<p><strong><em>Realitas itu Mutlak</em></strong></p>
<p><em>Tapi masing-masing orang memandangnya dengan cara yang berbeda.</em><br />
<em>Tapi masing-masing orang memilih melihat apa yang ingin mereka lihat.</em></p>
<p><strong>Ironi.</strong></p>
<p>Jo mengalihkan pandangannya dari langit.</p>
<p>Ia kini melihat dunia yang berbeda dengan apa yang biasa ia lihat.</p>
<p>Dunia yang penuh sesak, bukan hanya oleh manusia, tapi tak terhingga banyaknya makhluk lain.</p>
<p>Kurcaci-kurcaci (setidaknya mereka berjalan dengan dua tentakel yang mirip kaki) kecil telanjang yang tampangnya jelas akan membuat anak kecil menangis, Serangga-serangga bersayap ganjil dengan fitur-fitur yang akan membuat seorang Entomologis menghabiskan sisa hidup mereka untuk menyusun ulang klasifikasi mereka, makhluk-makhluk mirip ikan yang melayang bebas di angkasa, sampai raksasa-raksasa semi-liquid yang merayap perlahan meninggalkan jejak lendir menjijikkan di sepanjang jalur yang dilaluinya.</p>
<p>Dan jangan lupakan tumbuhan-tumbuhan aneh yang memiliki belasan bola mata, telinga, mulut, bahkan sesuatu yang mirip tangan dan kaki manusia.</p>
<p>Sungguh Indah.</p>
<p>Mereka ada di mana-mana, memenuhi setiap jengkal ruang kosong yang ada.</p>
<p>Melihatnya kehidupan nyaris tak lagi memiliki arti.</p>
<p>Hampir tak seorangpun dapat melangkah tanpa menginjak kurcaci-kurcaci kecil itu, menimbulkan suara gemeretak dan cairan biru-hijau yang muncrat begitu saja.</p>
<p>Hampir tak ada seorang yang dapat menyuapkan makanan tanpa menyertakan cacing-cacing dengan bola mata manusia, belatung-belatung kelabu bertentakel, serangga-serangga kecil tak bersayap dengan tubuh berlendir, masuk ke dalam mulut mereka, mengunyahnya, lalu menelannya.</p>
<p>Ah sungguh dunia yang indah.</p>
<p>Tak heran Jrod memilih mengakhiri hidupnya.</p>
<p><em><strong>HATI-HATI DENGAN LANGKAHMU.</strong></em></p>
<p><em><strong>HATI-HATI DENGAN MAKANANMU.</strong></em></p>
<p>Di saat seperti ini, Jo bersyukur DEADUS berada di dekatnya. Setidaknya dalam radius beberapa meter dari tempatnya berada saat ini, tak ada satupun makhluk non-manusia yang terlihat.</p>
<p>Mungkin itu sebabnya belakangan ia tak pernah lagi diserang nyamuk.</p>
<p>Jo kembali memejamkan matanya.</p>
<p>Tentu saja ia tak dapat hidup di dunia seperti itu.</p>
<p>Dan ketika ia kembali membuka matanya, semuanya kembali seperti sedia kala, dengan DEADUS melayang tanpa ekspresi di sekitarnya, dan sebuah lubang raksasa menganga di angkasa.</p>
<p>Kehidupan yang membosankan.</p>
<p>Bagaimana manusia bisa bertahan hidup di dunia yang membosankan ini?</p>
<p>&#8211; END OF ARC 1 &#8211;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=45&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/26/mgr-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MGR 4-6</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/26/mgr-4-6/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/26/mgr-4-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 22:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Merry go Round]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Merry Go Round  Chapter 4: It is Certainly not a Love Letter Kepada siapapun yang menemukan tulisan ini Kalau kau membaca tulisan ini, besar kemungkinan aku tak lagi hidup di dunia. Percayalah itu untuk kebaikan semua orang. Sampaikan permohonan maafku pada orang-orang yang mengenalku, dan katakan aku mencintai mereka. Tapi bukan untuk itu aku menulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=43&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merry Go Round <span id="more-43"></span></p>
<p>Chapter 4: <strong>It is Certainly not a Love Letter</strong></p>
<p><em>Kepada siapapun yang menemukan tulisan ini</em></p>
<p><em>Kalau kau membaca tulisan ini, besar kemungkinan aku tak lagi hidup di dunia. Percayalah itu untuk kebaikan semua orang.</em></p>
<p><em>Sampaikan permohonan maafku pada orang-orang yang mengenalku, dan katakan aku mencintai mereka.</em></p>
<p><em>Tapi bukan untuk itu aku menulis tulisan ini.</em></p>
<p><em>Aku ingin memberi peringatan, walau mungkin sudah terlambat.</em></p>
<p><em>Entah sudah berapa lama mereka datang.</em></p>
<p><em>Darimana dan bagaimana, aku tak tahu.</em></p>
<p><em>Tapi tujuan mereka jelas.</em></p>
<p><em>PERTEMPURAN</em></p>
<p><em>Tidakkah kau lihat?</em></p>
<p><em>Ada lubang besar menganga di angkasa.</em></p>
<p><em>Tak ada harapan untuk manusia.</em><br />
<em>Mereka ada di mana-mana</em></p>
<p><em>Tidakkah kau lihat?</em></p>
<p><em>Kepalaku sakit.</em></p>
<p><em>SAkit</em></p>
<p><em>SAKIt</em><br />
<em>Sakit</em></p>
<p><em>Sakit</em></p>
<p><em>Sakit</em></p>
<p><em>Sakit</em></p>
<p><em>Sakit</em></p>
<p><em>SAKIT</em></p>
<p><em>Makhluk itu telah masuk ke dalam kepalaku</em></p>
<p><em>Berbisik</em></p>
<p><em>Bernyanyi</em></p>
<p><em>Dan aku pun dapat melihat dengan jelas.</em></p>
<p><em>Ada lubang besar menganga di langit.</em></p>
<p><em>Tak ada harapan untuk manusia.</em></p>
<p><em>Mereka yang tertidur akan segera terjaga.</em></p>
<p><em>Kata Makhluk itu.</em></p>
<p><em>Tapi bukan mereka yang akan bertahta.</em></p>
<p><em>Yang tua dan lemah akan musnah.</em></p>
<p><em>Kata mahluk itu.</em></p>
<p><em>Yang muda dan kuat akan memenangkan pertempuran.</em></p>
<p><em>Kata Makhluk itu.</em></p>
<p><em>Kurasa siapapun yang menang</em></p>
<p><em>Takada harapan untuk manusia</em></p>
<p><em>Makhluk itu ada di dalam kepalaku.</em></p>
<p><em>Berbisik berynanyi.</em></p>
<p><em>Perlahan aku kehilangan diri ku.</em></p>
<p><em>Aku tahu</em></p>
<p><em>Setiap hari makhluk itu tumbuh semakin besar.</em></p>
<p><em>Kepalaku seperti mau meledak</em></p>
<p><em>Aku kehilangan diriku</em></p>
<p><em>Aku kehilangan diriku</em></p>
<p><em>Aku takut suatu saat makhluk itu akan mengambil alih jiwaku</em><br />
<em>Aku takut suatu saat aku tak lagi menjadi diriku</em></p>
<p><em>Karena itu kupilih kematian</em></p>
<p><em>Tak ada harapan</em></p>
<p><em>Selamat tinggal</em></p>
<p><em>maafkan aku</em></p>
<p><em>Terima Kasih</em></p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8220;Jadi bagaimana menurutmu?&#8221; tanya Allen pada Jo.</p>
<p>Sekali lagi Jo membaca tulisan di layar laptop temannya itu, berpikir sejenak, lalu berkata, &#8220;Kapitalisasinya aneh, dan kukira ada beberapa kesalahan typo di sana.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ini pesan bunuh diri yang ditinggalkan Jrod Truman sebelum kematiannya,&#8221; lanjut Allen antusias. Seperti biasa salah satu kawan baik Jo di sekolah ini selalu tertarik pada hal-hal yang tidak biasa.</p>
<p>&#8220;Sungguh?&#8221; tanya Jo.</p>
<p>&#8220;Yah tidak pasti juga sih,&#8221; jawab Allen nyengir, &#8220;tapi begitulah rumor yang beredar di Internet.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hooo,&#8221; Jo menganggukkan kepalanya.</p>
<p>&#8220;Aku sungguh penasaran dengan apa yang si Truman maksud dalam pesannya ini,&#8221; kata Allen lagi, &#8220;Dengan asumsi ini benar-benar pesan yang ia tulis dan ia masih dalam keadaan waras saat menulisnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hooo, susah juga&#8221;</p>
<p>&#8220;Apanya?&#8221; tanya Allen.</p>
<p>&#8220;Maksudku tetap waras kalau ada makhluk yang masuk ke dalam kepala kita.&#8221;</p>
<p>&#8220;Yah ada kemungkinan juga sih kalau ia mengalami delusi&#8230; gangguan jiwa&#8230; personality disorder&#8230;&#8221; Allen menghela napas panjang, &#8220;tapi aku benar-benar berharap ini berarti sesuatu.&#8221;</p>
<p>Jo melirik DEADUS yang seperti biasa melayang di sekitarnya. Mungkin kawannya itu bakal gembira seandainya ia juga bisa melihat makhluk itu.</p>
<p>&#8220;Maaan benar-benar membosankan,&#8221; kembali Allen menggerutu, &#8220;dan kau tahu Crop Circle yang jadi perbincangan beberapa minggu lalu? Ternyata itupun bukan buatan alien.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hoooo&#8221;</p>
<p>&#8220;Fiuuuh seandainya saja ada sesuatu yang menarik yang terjadi&#8230;&#8221; Allen menutup Laptopnya lalu berbaring menatap angkasa.</p>
<p>&#8220;Ah ngomong-ngomong&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya?&#8221; Allen membuka matanya.</p>
<p>Jo menggaruk-garuk kepalanya lalu bertanya, &#8220;Siapa sih Jrod Truman itu? Apa dia terkenal?&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>***</p>
<p>Chapter 5: <strong>Jrod</strong></p>
<p>Jrod Truman lahir di salah satu kota kecil di Nevada pada tahun 1975.</p>
<p>Pada usia 30 tahun Jrod yang pada awalnya bekerja sebagai pegawai rendahan di sebuah perusahaan makanan berhasil menempati posisi direktur.</p>
<p>Jrod adalah anak satu-satunya di keluarga Truman. Sempat mengalami obesitas pada usia belasan tahun, setelah program diet yang ketat, berat tubuhnya kembali ideal.</p>
<p>Jrod menikah pada usia 27 tahun, tapi lebih karena terpaksa. Pacarnya hamil.</p>
<p>Jrod memiliki seorang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan.</p>
<p>Jrod memiliki anjing peliharaan bernama Barney.</p>
<p>Menurut orang tuanya Jrod masih mengompol saat usianya sembilan tahun.</p>
<p>Makanan kesukaan Jrod adalah Pai Apel.</p>
<p>Jrod juga punya ikan mas bernama Charlie.</p>
<p>Jrod &#8230;</p>
<p>Jrod &#8230; &#8230;</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Jo menatap layar komputernyanya sambil mengerutkan dahi, sebenarnya tak ada yang benar-benar spesial dari kehidupan seorang Jrod Truman.</p>
<p>Ia hanya heran, mengapa seringkali orang menjadi penting setelah kematiannya.</p>
<p>Tapi jelas bukan semua hal itu yang membuat Jrod Truman terkenal.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Pada Juli tahun ini, pada ulang tahunnya yang ke 49 tahun, Jrod tiba-tiba menghilang.</p>
<p>Tak ada yang tahu kemana ia pergi.</p>
<p>Tak ada yang tahu mengapa ia pergi (saat itu).</p>
<p>Tak banyak yang peduli.</p>
<p>Orang-orang di perusahaan dengan mudah menempatkan orang lain untuk menggantikan posisi Jrod di perusahaan.</p>
<p>Para polisi dengan enggan mencarinya.</p>
<p>Tapi baru beberapa hari lalu mereka berhasil menemukan Jrod.</p>
<p>Sisa-sisanya lebih tepat.</p>
<p>Dan sejujurnya bukan Polisi yang menemukannya.</p>
<p>Bukan pula orang-orang di sekitar tempat tinggalnya.</p>
<p>Ia (sisa-sisanya) ditemukan hampir seribu kilometer dari tempat asalnya, saat seorang menemukan sesuatu yang tidak biasa di dalam sereal makanannya.</p>
<p>Tentu saja saat itu ia tak tahu benda apa itu sebenarnya.</p>
<p>Lalu mungkin karena penasaran, atau juga berharap mendapatkan kesempatan untuk menuntut perusahaan makanan itu, ia melaporkan hal itu kepada lembaga perlindungan konsumen.</p>
<p>Orang itu berhasil mendapatkan tuntutannya, dan dia tidak seorang diri.</p>
<p>Setelah dilakukan penelitian, akhirnya diketahui benda asing dalam kotak sereal itu sama sekali bukan sereal melainkan sesuatu yang berasal dari manusia.</p>
<p>Analisis DNA akhirnya mengetahui kalau benda itu dulunya adalah bagian dari Jrod Truman.</p>
<p>Setelahnya polisi tak perlu susah-susah mencari Jrod.</p>
<p>Mereka menemukan sisa-sisanya di pabrik di dalam tangki pengolahan sereal yang memang sudah beberapa bulan tak dibersihkan.</p>
<p>Kerja bagus Jrod.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Jo kembali mengerutkan dahinya.</p>
<p>Ia turun ke dapur. Membuka kulkas, lalu meraih sebungkus Chocho Krunk yang sudah tinggal setengah.</p>
<p>Ia hampir melemparkan benda itu ke arah DEADUS yang kini sudah resmi menjadi mesin pemusnah sampah otomatis yang ramah lingkungan, tapi pada akhirnya ia memutuskan membuangnya di tempat sampah di luar rumah.</p>
<p>***</p>
<p>***</p>
<p>Chapter 6: <strong>Hole in One</strong></p>
<p>Jo menguap lebar.</p>
<p>Ia mengantuk.</p>
<p>Tapi masih terlalu sore untuk tidur.</p>
<p>Mungkin yang dikatakan Allen benar.</p>
<p>Bahwa dunia ini membosankan.</p>
<p>Tapi&#8230;</p>
<p>Jo membuka jendela kamarnya.</p>
<p>Tak seperti biasanya DEADUS melayang ke luar.</p>
<p>Apa ia ingin pergi?</p>
<p>Tidak. DEADUS hanya melayang tenang di dekat jendela, tampak seperti sedang memperhatikan sesuatu.</p>
<p>Jo menjulurkan badannya ke luar jendela. Menengadah ke atas, mencoba mengira-ngira apa yang telah menarik perhatian DEADUS.</p>
<p>Ia mengedipkan matanya beberapa kali.</p>
<p>Tidak. Ia tidak sedang bermimpi.</p>
<p>Sebuah lubang besar menganga di angkasa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=43&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/26/mgr-4-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MGR 1-3</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/26/mgr-1-3/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/26/mgr-1-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 22:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Merry go Round]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Merry Go Round  Chapter 1 : It is certainly not a Flying Spaghetti Makhluk itu tak seperti makhluk apapun yang pernah Jo lihat sebelumnya selama ini. Tapi jika dipaksakan, makhluk itu sedikit banyak mirip dengan ubur-ubur&#8230; atau bola daging berlendir dengan beberapa tentakel. Makhluk itu juga memiliki struktur mirip mata dan mulut yang tersebar secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=41&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merry Go Round <span id="more-41"></span></p>
<p>Chapter 1 : <strong>It is certainly not a Flying Spaghetti</strong></p>
<p>Makhluk itu tak seperti makhluk apapun yang pernah Jo lihat sebelumnya selama ini. Tapi jika dipaksakan, makhluk itu sedikit banyak mirip dengan ubur-ubur&#8230; atau bola daging berlendir dengan beberapa tentakel. Makhluk itu juga memiliki struktur mirip mata dan mulut yang tersebar secara tak simetris di sekujur tubuhnya. Seolah tak terpengaruh Gravitasi, makhluk itu melayang bebas di udara hampir seperti berenang dalam air.</p>
<p>Jujur saja, dilihat dari sisi manapun makhluk itu sama sekali tidak ada manisnya.</p>
<p>Tapi begitulah. Pagi itu, tiba-tiba saja makhluk itu sudah ada di kamar Jo, melayang-layang di sekitar tempat tidur Jo, tanpa suara.</p>
<p>Reaksi pertama Jo ketika melihatnya tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Saat itu ia bahkan tidak yakin apakah ia sudah bangun atau masih bermimpi. Reaksi selanjutnya lebih kepada gabungan rasa heran, kagum, dan jijik.</p>
<p>Jo menatap makhluk itu.</p>
<p>Makhluk itu (sepertinya) balas menatapnya.</p>
<p>Jo mengulurkan tangannya.</p>
<p>Makhluk itu mengulurkan tentakelnya.</p>
<p>Ini jelas konyol. Jo jadi teringat film lama yang pernah ia tonton dulu. Tapi kini setidaknya ia bisa mengerti bagaimana perasaan tokoh dalam film tersebut.</p>
<p>No Pain No Gain</p>
<p>No Risk No Fun</p>
<p>Namun sesaat sebelum terjadi CE3k pintu kamar Jo terbuka. Seorang laki-laki bertubuh tegap, nyaris gempal, masuk sambil berkacak pinggang.</p>
<p>&#8220;Lamban! Kau pikir sudah jam berapa sekarang?&#8221;</p>
<p>Jo melirik jam dinding di kamarnya. orang itu benar, sekarang sudah hampir pukul tujuh, ia bisa terlambat masuk sekolah.</p>
<p>&#8220;Ah, tunggu sebentar Kak,&#8221; seru Jo saat sang lelaki, sambil menggerutu, berbalik ke luar.</p>
<p>&#8220;Sheeeh, Ada apa lagi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Menurut kakak apa ini?&#8221; tanya Jo sambil menunjuk sang makhluk yang kini melayang di sampingnya.</p>
<p>Sang kakak memandang Jo dengan tatapan belas kasihan, menghampirinya, lalu menjitaknya sekuat tenaga.</p>
<p>&#8220;Kuharap itu berhasil membangunkanmu&#8221; gerutu sang kakak sambil membanting pintu sementara Jo meringis kesakitan memegangi kepalanya.</p>
<p>Setelah makan pagi bersama kakak dan kedua orang tuanya, barulah Jo benar-benar yakin bahwa cuma dia seorang yang dapat melihat makhluk tersebut, yang tampaknya memilih, bagai satelit, untuk terus menerus melayang di sekitar dirinya.</p>
<p>Entah ia mesti gembira atau tidak dengan kenyataan itu. Selama beberapa saat, Jo hampir memutuskan untuk memeriksakan dirinya ke psikiater terdekat.</p>
<p>***</p>
<p>***</p>
<p>Chapter 2 : <strong>Observation</strong></p>
<p>Dua minggu berlalu.</p>
<p>Setelah sempat mengalami insomnia, Jo yang pada mulanya tak nyaman dengan keberadaan makhluk itu kini mulai sedikit terbiasa.</p>
<p>Setidaknya dengan pengamatan singkat selama beberapa hari, tampaknya makhluk itu sama sekali tidak (belum) membahayakannya.</p>
<p>Makhluk itu tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan yang paling penting tidak buang kotoran. Malah kelihatannya satu-satunya hal yang dilakukan oleh makhluk itu sepanjang hari adalah melayang-layang di sekitar dirinya.</p>
<p>Benar-benar aneh.</p>
<p>Di rumah, di sekolah, dalam kendaraan, di jalan, di kamar mandi, makhluk itu selalu berada di dekatnya, persis seperti sesosok penguntit, atau mata-mata. Dan itu semua dilakukan makhluk itu nyaris tanpa bersusah payah. Mungkin ada kaitannya dengan hukum kelembaman, atau momentum, atau relativitas, tapi yang jelas makhluk itu dapat menembus tembok dan hampir material apapun, walau tampaknya sebisa mungkin ia menghindari bersentuhan dengan manusia atau makhluk hidup lainnya.</p>
<p>Ah fakta lain.</p>
<p>Jika sepertinya tak ada manusia lain selain dirinya yang dapat melihat makhluk itu, Jo dengan segera menyadari bahwa hal itu tak berlaku untuk makhluk hidup lainnya. Yah setidaknya hal itu membuat Jo sedikit lega bahwa ia bukanlah satu-satunya yang mengetahui keberadaan makhluk itu.</p>
<p>Beberapa kali juga, Jo sempat berpikir untuk menyentuh makhluk itu sekedar memastikan makhluk itu benar-benar nyata, tapi bagaimanapun lendir di sekujur tubuh makhluk itu cukup menjijikkan. Belum lagi kalau seandainya lendir-lendir itu menimbulkan alergi.</p>
<p>Tidak. Jo masih belum kehilangan akal sehatnya.</p>
<p>Beberapa kali juga, sempat terlintas di benak Jo untuk melakukan percobaan lain, seperti memukul makhluk itu, atau menyemprotnya dengan obat anti serangga, atau mencolok salah satu mata sang makhluk dengan sedotan. Jo juga bertanya-tanya apa makhluk itu tahan api, dengan lendir di sekujur tubuhnya. Atau bagaimana dengan aliran listrik?</p>
<p>Tidak. Jo masih belum kehilangan akal sehatnya.</p>
<p>Makhluk yang dapat membuat seekor anjing herder mendengking ketakutan, makhluk yang dapat membuat burung-burung diam membisu, makhluk yang dapat membuat lalat-lalat yang mengerumuni tempat sampah terbang menjauh, makhluk yang dapat membuat kecoa-kecoa tak lagi menghuni kolong tempat tidurnya, makhluk yang dapat membuat nyamuk-nyamuk tak lagi menggigitnya di malam hari.</p>
<p>Makhluk semacam itu, meski selama ini kelihatannya tidak membahayakan, jelas-jelas berbahaya.</p>
<p>Dan Jo sama sekali tidak berminat memancing kemarahannya.</p>
<p>***</p>
<p>***</p>
<p>Chapter 3 : <strong>Finally A Name</strong></p>
<p>Hari baru.</p>
<p>Semangat baru.</p>
<p>Jika ada yang spesial bagi Jo hari ini adalah hari ini tepat tiga puluh satu hari sejak kemunculan makhluk itu di hadapannya. Dan ia benar-benar sudah terbiasa dengan keberadaan sang makhluk di sekitarnya. Makhluk itu kini sudah hampir seperti peliharaan baginya.</p>
<p>Sayang sekali sampai saat ini pun Jo tetap tak bisa menganggap makhluk itu manis, atau elegan, atau keren.</p>
<p>Tidak. Tidak sama sekali.</p>
<p>Tapi dibandingkan hewan peliharaan lain&#8230; yah setidaknya makhluk itu sama sekali tak merepotkan. (Ingat ia tak pernah buang kotoran?)</p>
<p>Dengan beberapa percobaan, Jo membetulkan beberapa kesimpulan yang salah dari pengamatannya sebelumnya.</p>
<p>Yang paling penting, makhluk itu memang tampaknya tak membutuhkan makanan atau minuman, tapi bukan berarti ia tidak dapat melakukannya.</p>
<p>Faktanya ia bukan saja dapat sekedar makan sesuatu, melainkan juga OMNIVORA sejati.</p>
<p>Daging, Sayuran, Kertas, Kaleng, Plastik, makhluk itu dengan tenang menghabiskan apapun yang dilemparkan Jo padanya.</p>
<p>Makhluk itu juga sangat terampil menggunakan tentakelnya, yang diluar dugaan cukup menyeramkan. Bagaimana tidak, dengan tentakel-tentakelnya yang tidak konstan jumlahnya, makhluk itu bisa dengan mudah mengiris potongan roda sepeda menjadi kepingan-kepingan kecil sehingga cukup masuk ke dalam mulut-mulutnya.</p>
<p>Namun tak peduli berapa banyak pun Jo memberinya makan, tampaknya makhluk itu tak mengalami perubahan ukuran yang signifikan.</p>
<p>Jo bertanya-tanya apakah ia mesti mengkonsultasikan hal itu pada dokter hewan terdekat.</p>
<p>Mungkin tidak. Jika dipikir-pikir lagi, akan cukup merepotkan juga jika makhluk itu bertambah besar dari ukurannya saat ini.</p>
<p>Ah dan yang lebih membuat hari ini spesial adalah karena Jo akhirnya memutuskan memberi nama untuk makhluk itu.</p>
<p>Pekerjaan yang sulit dan melelahkan. Namun setelah membuka-buka buku dan internet, Jo akhirnya memilih menamai Makhluk itu dengan nama:</p>
<p>DEADUS</p>
<p>Bukan nama terbaik yang bisa diberikan untuk makhluk yang tidak tertera dalam Taxonomic Database, tapi seperti kata orang dulu, apalah arti sebuah nama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=41&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/26/mgr-1-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rapid Serial Railway</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/rapid-serial-railway/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/rapid-serial-railway/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 02:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chimera]]></category>
		<category><![CDATA[CoDE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[CoDE: Chimera Chapter: Rapid Serial Railway Bahkan di dalam kontainernya, lelaki itu masih bisa mendengar dengung suara kereta yang ditumpanginya. Di luar, dari jendela di samping tempat duduknya, bergantian terlihat, bayang-bayang gedung, menara, kota, reruntuhan dan ratusan bentuk lain yang berkelebatan. Bersandar pada lengannya, lelaki itu baru saja akan memejamkan kedua matanya ketika seseorang mengetuk pintu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=39&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CoDE: Chimera</p>
<p>Chapter: Rapid Serial Railway <span id="more-39"></span>Bahkan di dalam kontainernya, lelaki itu masih bisa mendengar dengung suara kereta yang ditumpanginya. Di luar, dari jendela di samping tempat duduknya, bergantian terlihat, bayang-bayang gedung, menara, kota, reruntuhan dan ratusan bentuk lain yang berkelebatan.</p>
<p>Bersandar pada lengannya, lelaki itu baru saja akan memejamkan kedua matanya ketika seseorang mengetuk pintu kontainernya.</p>
<p>&#8220;Tuan Elvair?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah silakan masuk!&#8221;</p>
<p>Pintu kontainer itu terbuka secara otomatis. Sesosok wanita melangkah masuk dengan dua buah nampan di kedua tangannya.</p>
<p>Sesaat wanita itu tampak kebingungan. Ia lalu tersenyum dan meletakkan nampan yang dibawanya di sebuah tatakan yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Elvair.</p>
<p>&#8220;Mohon maafkan kami&#8230; tapi sensor kami mengatakan anda bersama seseorang di dalam sini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa&#8230; Ah tolong letakkan saja keduanya disini.&#8221;</p>
<p>Wanita itu tersenyum lalu mohon diri, dan sebelum pintu kontainer itu kembali tertutup ia pun membungkukkan badannya sedikit.</p>
<p>&#8220;Terima kasih telah menggunakan jasa layanan kami, semoga perjalanan anda menyenangkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tunggu sebentar, apa anda manusia?&#8221;</p>
<p>Wanita itu menggelengkan kepalanya. Pintu kontainer itu kembali tertutup.</p>
<p>Elvair membuka nampan dihadapannya. Di sana tampak sebentuk balok berukuran cukup besar berwarna kemerahan. Asap yang mengepul dari balok itu membwa aroma daging pada indra penciumannya.</p>
<p>&#8220;Sayang sekali&#8230; padahal dia cukup manis&#8230; Ouch! Hei hentikan!Jangan pukuli aku.&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Beberapa ratus jam kemudian. Kereta itu masih terus melaju. Setiap beberapa puluh jam sekali, wanita itu mengantarkan balok-balok kemerahan pada Elvair dan setiap kali itu pula ia memohon maaf karena kesalahan sensor pemindai mereka.</p>
<p>&#8220;Jika anda tidak keberatan bisakah kita berbincang sejenak? Uh sudah cukup lama sejak aku berpergian sejauh ini&#8230; uh sepertinya aku mulai jenuh.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak masalah. Kebetulan anda satu-satunya penumpang kali ini.&#8221;</p>
<p>Sang wanita tersenyum lalu duduk di bangku di hadapan Elvair.</p>
<p>&#8220;Anda punya.. uh nama kan? Atau mungkin nomor seri?&#8221;</p>
<p>&#8220;AD.687.45A, itu nomor seriku. Tapi pihak manajemen memutuskan bahwa kami sebagai pegawai boleh memiliki nama.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan nama anda?&#8221;</p>
<p>&#8220;Adel.&#8221;</p>
<p>Sekejap kemudian mereka berdua terlibat dalam percakapan singkat, walaupun terlihat jelas bahwa wanita itu hanya sebatas menjawab pertanyaan Elvair. Tak lama, percakapan itu terhenti.</p>
<p>&#8220;Maafkan aku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Pihak manajemen memutuskan bahwa kami sedapat mungkin bersikap selayaknya manusia&#8230; Hal itu cukup sulit kurasa.&#8221;</p>
<p>Elvair terdiam sesaat.</p>
<p>&#8220;Ini salahku kurasa&#8230; kembalilah pada tugsamu.&#8221;</p>
<p>Adel membungkukkan badannya lalu berdiri dan meninggalkan Elvair seorang diri di sana.</p>
<p>&#8220;Kau sudah bangun? Hmm? Tidak&#8230; aku hanya berpikir.&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Terdengar suara benturan keras diikuti goncangan yang hampir menyebabkan Elvair terjatuh dari tempat duduknya.</p>
<p>Pintu kontainer terbuka namun kali ini Adel tidak melangkah masuk.</p>
<p>&#8220;Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Ada beberapa masalah eksternal yang akan kami segera selesaikan. Kami harapkan anda tetap tenang dan menikmati perjalanan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Siva kah? Jika kau tidak keberatan bolehkah kami membantu?&#8221;</p>
<p>Adel hanya tersenyum dan pintu kontainer itu kembali tertutup.</p>
<p>***<br />
Deru mesin kereta sudah tidak terdengar lagi.</p>
<p>&#8220;Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini&#8230;&#8221;</p>
<p>Elvair berjongkok di hadapan tubuh Adel yang kini hanya tinggal bagian pinggang keatas, dengan sebelah tangan dan kepala yang sebagiannya sudah hancur. Di belakangnya, kereta yang tadi ia tumpangi terguling di samping rel yang sesekali dialiri kilatan listrik kebiruan.</p>
<p>&#8220;&#8230;Kereta pengganti akan tiba dalam 475 jam lagi, semoga perjalanan anda menyenangkan&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, terima kasih Adel.&#8221;</p>
<p>Adel kembali tersenyum.</p>
<p>&#8220;Kita akan bertemu lagi bukan? Mungkin ada kesalahan dalam sistemku, tapi aku merasa &#8216;gembira&#8217; bisa melayani anda selama perjalanan ini&#8230;&#8221;</p>
<p>Tak ada lagi yang keluar dari mulut Adel. Elvair tersenyum getir sambil menggaruk kepalanya. Dari dalam ransel yang dibawanya, bagaikan peri dalam dongeng, sesosok gadis mungil bersayap keluar sambil menguap.</p>
<p>&#8220;Akhirnya kau bangun huh? Sayang sekali tapi Siva-siva itu sudah dibereskan&#8230; uhh walaupun sebagai gantinya kita harus menunggu 475 jam sebelum kereta pengganti tiba.&#8221;</p>
<p>Peri kecil itu tampak sama sekali tak peduli dan kemudian duduk diatas kepala Elvair. Elvair memandang sekeliling hanya untuk mendapati dirinya berada di tengah semacam dataran yang amat luas.</p>
<p>&#8220;Tujuan kita tak terlalu jauh kurasa&#8230; Huh, ayolah! Kita berjalan kaki saja. Jika kita beruntung kita bisa mendapatkan makanan untukmu!&#8221;</p>
<p>Elvair menenteng ranselnya lalu mulai berjalan.</p>
<p>&#8220;Pokoknya aku akan minta upah tambahan! Dan tolong berhentilah duduk di atas kepalaku&#8230; Ouch! Tidak! Aku tidak bilang badanmu berat! Hei, hei jangan menarik-narik rambutku! &#8220;</p>
<p>***</p>
<p>To Next &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=39&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/rapid-serial-railway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Deus ex Machina</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/deus-ex-machina/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/deus-ex-machina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 02:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chimera]]></category>
		<category><![CDATA[CoDE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[CoDE: Chimera Chapter: Deus ex Machina Seakan-akan berjalan di atas genangan air, tiap langkah kaki lelaki itu menimbulkan suara cipakan. Di dalam kegelapan itu jubah putih yang dikenakannya berpendar lembut. Tak lama kemudian ia berhenti di depan sebuah pintu di tengah ruangan itu. Sebuah pintu dengan tinggi dua kali lipat tinggi badannya, terbuat dari sejenis besi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=37&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CoDE: Chimera</p>
<p>Chapter: Deus ex Machina <span id="more-37"></span>Seakan-akan berjalan di atas genangan air, tiap langkah kaki lelaki itu menimbulkan suara cipakan. Di dalam kegelapan itu jubah putih yang dikenakannya berpendar lembut. Tak lama kemudian ia berhenti di depan sebuah pintu di tengah ruangan itu. Sebuah pintu dengan tinggi dua kali lipat tinggi badannya, terbuat dari sejenis besi dengan ribuan simbol terukir di permukaannya.</p>
<p>Mengagumi pintu tersebut, lelaki dengan rambut sama putih dengan jubah yang dikenakannya mengulurkan langannya. Ia baru saja hendak mengetuk pintu itu ketika lengannya terhenti dan sebuah senyuman muncul di wajahnya. Lalu dengan acuh ia mendorong pintu itu.</p>
<p>Pintu itu terbuka. Kegelapan di sekeliling sang lelaki sirna dan kini ia mendapati dirinya berada di sebuah ruangan berlantai putih tanpa dinding dan langit-langit. Di tengah ruangan itu, dikelilingi oleh semacam lingkaran berdiameter kira-kira sepuluh meter, tampak sebuah singgasana. Duduk diatasnya, sesosok tubuh telanjang kurus tinggal tulang berbalut kulit, sangat mirip dengan sosok mayat kuno yang diawetkan dengan sempurna. Lelaki berjubah putih itu kembali tersenyum.</p>
<p>Kemudian tiba-tiba saja percikan-percikan bunga api kecil timbul. Diikuti debu-debu kelabu yang seolah-olah muncul begitu saja dari lantai ruangan tersebut. Tak berapa lama kemudian debu-debu itu berkumpul, memadat dan kini berubah wujud menjadi empat sosok raksasa berzirah hitam hampir tiga kali lebih tinggi dari tubuh sang lelaki. Menyerupai manusia, tubuh raksasa-rakasasa itu sama sekali tidak proporsional. Sebilah pedang hitam raksasa tergenggam di salah satu lengan mereka yang lebih panjang dari ukuran kaki mereka.</p>
<p>Ketika proses transformasi itu selesai, keempat raksasa itu serentak memandang ke arah sang lelaki. Lalu tanpa dikomando raksasa yang terdekat mengayunkan pedangnya.</p>
<p>Terdengar suara berdebum saat pedang sang raksasa menyentuh lantai, tapi sang lelaki tidak lagi berada disana.</p>
<p>Di saat yang sama sebentuk tangan yang seakan terbuat dari cahaya muncul kemudian mencengkram kepala sang raksasa lalu dengan satu gerakan memecahkannya berkeping-keping. Sementara tubuh sang raksasa berzirah ambruk, sesosok raksasa, dua kali lebih besar dari para raksasa berzirah muncul. Memancarkan cahaya dari sekujur tubuhnya, hampir tidak mungkin melihat bagaimana sebenarnya sosok raksasa tersebut.</p>
<p>Tapi para raksasa berzirah tampaknya tidak benar-benar peduli dengan hal itu. satu persatu mereka berlari dengan pedang terayun menghampiri raksasa cahaya yang baru saja membunuh salah satu dari mereka. Tepat sebelum pedang raksasa-raksasa berzirah itu menyentuh sang raksasa cahaya, terdengar suara keras dan lantang.</p>
<p>&#8220;Cukup!&#8221;</p>
<p>Lalu tiba-tiba saja gerakan raksasa-raksasa berzirah itu terhenti, dan di saat yang sama tubuh mereka kembali berubah menjadi butiran-butiran pasir kelabu yang kemudian berjatuhan menyatu kembali dengan lantai ruangan tersebut.</p>
<p>&#8220;Lama tak bertemu Zen?&#8221;</p>
<p>Lelaki berjubah putih tadi tiba-tiba saja muncul di tempat raksasa cahaya berdiri sebelumnya. Lagi-lagi sebuah senyuman tampak di wajahnya.</p>
<p>&#8220;Para penguasa dunia mengirimku kemari karena sesuatu menerobos masuk ke bilik peristirahatan sang dewa&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku yang melakukannya.&#8221;</p>
<p>Lelaki berjubah putih tadi menjawab sambil lalu. Ia kemudian kembali berjalan menghampiri sosok di tengah ruangan, namun tepat di depan lingkaran ia berhenti. Melangkah dari balik singgasana, seorang anak kecil berambut kelabu.</p>
<p>&#8220;Apa yang kau inginkan, Zabeluchim?&#8221;</p>
<p>&#8220;Menemui dewa kalian&#8230; Aku tadi bermasuk mengetuk pintu, tapi kuputuskan untuk memberikan semacam kejutan kecil.&#8221;</p>
<p>Anak lelaki berambut kelabu tadi memandang sang lelaki dengan tatapan benci lalu pelan-pelan menggelengkan kepalanya.</p>
<p>&#8220;Tidakkah kau lihat ia sedang tidak bisa ditemui?&#8221;</p>
<p>&#8220;Begitukah?&#8221;</p>
<p>Wajah zen berubah beringas, saat lelaki berzirah putih itu mengulurkan tangannya.</p>
<p>&#8220;Hentikan! Kau takkan bisa menerobos kemari!&#8221;</p>
<p>Tapi sang lelaki hanya tertawa kecil sambil terus mengulurkan tangannya melewati garis lingkaran.</p>
<p>Sesaat kemudian percikan-percikan bunga api listrik bermunculan di seluruh ruangan, kali ini lebih dahsyat sehingga seluruh ruangan dipenuhi cahaya biru putih yang menyilaukan. Zen menutup kedua matanya.Dan ketika ia kembali membuka matanya, ia mendapati puluhan bilah logam menembus tubuh sang lelaki berjubah putih.</p>
<p>&#8220;Kadang kali kami masih tak percaya bahwa adalah sebuah kesalahan menciptakannya.&#8221;</p>
<p>Menahan rasa sakit yang amat sangat lelaki berjubah putih tadi kembali berbicara.</p>
<p>&#8220;Tapi kesalahan ini akan segera kami perbaiki. Sampaikan pada Adam, aku akan kembali lagi&#8230;&#8221;</p>
<p>Perlahan-lahan tubuh sang lelaki menghilang. Zen menatap sosok di singgasana dengan wajah muram lalu berbisik.</p>
<p>&#8220;Tenanglah Ayah&#8230; kami akan selalu melindungimu.&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Intermission &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=37&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/deus-ex-machina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimic</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/mimic/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/mimic/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 01:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[CoDE: Debris Chapter: Mimic Malam telah tiba. Namun tidak dengan kesunyian. Diantara ribuan cahaya gemerlapan, raungan ratusan sirine terdengar memecah langit. Di suatu gang, tampak sesosok makhluk berjalan, setengah berlari, terseok-seok. Drap-Drap-Drap Setiap kali suara sirine meninggi, makhluk tersebut mempercepat langkahnya. Sesekali ia menoleh kebelakang, seakan-akan ia khawatir, kalau-kalau pemilik sirine tersebut telah menemukannya. Ia tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=35&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CoDE: Debris</p>
<p>Chapter: Mimic <span id="more-35"></span>Malam telah tiba.</p>
<p>Namun tidak dengan kesunyian. Diantara ribuan cahaya gemerlapan, raungan ratusan sirine terdengar memecah langit.</p>
<p>Di suatu gang, tampak sesosok makhluk berjalan, setengah berlari, terseok-seok.</p>
<p>Drap-Drap-Drap</p>
<p>Setiap kali suara sirine meninggi, makhluk tersebut mempercepat langkahnya.</p>
<p>Sesekali ia menoleh kebelakang, seakan-akan ia khawatir, kalau-kalau pemilik sirine tersebut telah menemukannya.</p>
<p>Ia tak tahu mengapa ia berlari. Ia tak tahu mengapa ia &#8216;khawatir&#8217;. Saat ini entah darimana terdengar berulang-ulang sebuah suara, lirih namun tegas, &#8220;LARILAH&#8230; LARILAH&#8230;&#8221; dan makhluk itu tahu, ia harus menuruti suara tersebut.</p>
<p>Semakin lama langkah-langkahnya semakin tegas dan entah sejak kapan ia telah berlari dengan cukup cepat.</p>
<p>Namun tak peduli seberapa cepat ia berlari, raungan sirine tersebut masih terus saja terdengar, juga suara yang memaksanya untuk terus berlari.</p>
<p>Malam makin larut.</p>
<p>Setelah entah berapa lama ia berlari, makhluk tersebut pun akhirnya sampai di sebuah pelabuhan.<br />
Di bawah sinar lampu, untuk pertama kalinya sosoknya terlihat jelas.</p>
<p>Dan sosok tersebut sama sekali tampak tak seperti manusia. Seperti seekor laba-laba raksasa, makhluk bertungkai empat tersebut merayap mencoba mencari perlindungan.</p>
<p>Di ujung masing-masing tungkai-tungkai tersebut, tampak empat atau lima buah jari menyerupai tangan seekor primata. Tubuhnya mirip tubuh seekor sapi, sementara leher dan kepalanya mirip, jika tak bisa dibilang menyerupai leher dan kepala manusia, lengkap dengan dua buah mata dan sebentuk mulut diwajahnya.</p>
<p>Di salah satu tungkai dan beberapa bagian tubuh makhluk tersebut terlihat bekas-bekas luka yang tampaknya sebagian besar disebabkan oleh senjata api.</p>
<p>Dan di sinilah ia sekarang, di dalam sebuah gudang gelap, terkurung tanpa jalan keluar.</p>
<p>Sementara itu raungan sirine terus meninggi, hingga suatu saat makhluk tersebut sadar, ia telah terkepung.</p>
<p>Di antara kebisingan, makhluk tersebut bisa mendengar samar-samar suara percakapan, juga suara puluhan senjata disiapkan.</p>
<p>Takut&#8230;</p>
<p>Takut&#8230;</p>
<p>Takut&#8230;</p>
<p>Makhluk tersebut tahu bahwa ia kini ketakutan. Tapi karena apa?</p>
<p>Saat itu, dari atas tumpukan kotak-kotak besi raksasa, tanpa makhluk tersebut sadari, sesosok gadis dengan rambut panjangnya yang keemasan tampak sedang mengawasi sang makhluk yang terlihat gelisah.</p>
<p>Mengenakan pakaian kelabu yang tampak sederhana, sebentuk senyuman tampak di wajah sang gadis.</p>
<p>Sebuah senyuman yang menyiratkan kesedihan dan belas kasihan.</p>
<p>&#8220;Makhluk malang&#8230;&#8221; gumam sang gadis tanpa melepaskan pandangannya dari sang makhluk, &#8220;Kau ketakutan tanpa tahu apa sebabnya&#8230;&#8221;</p>
<p>Makhluk tersebut kini berusaha menyembunyikan tubuhnya di sela-sela tumpukan kotak besi raksasa yang memenuhi gudang tersebut.</p>
<p>&#8220;Tapi aku tahu apa sebabnya&#8230;&#8221; sang gadis dengan tenang melompat dari satu puncak tumpukan ke puncak yang lain. Gerakannya sangat lembut seakan-akan gravitasi bukanlah sesuatu yang mengekangnya.</p>
<p>Makhluk tersebut masih terus berusaha bersembunyi.</p>
<p>&#8220;Adalah suatu hal yang normal bagi &#8216;mereka yang hidup&#8217; untuk mempertahankan kehidupannya&#8230;&#8221;</p>
<p>Di bawah sinar bulan, bagaikan seorang dewi dari legenda-legenda di masa lalu, Gadis tersebut berdiri sambil merentangkan kedua tangannya. Matanya terpejam seakan-akan ia sedang berdoa.</p>
<p>Hingga tiba-tiba ia membuka matanya, &#8220;Tapi kau hanyalah sebuah boneka yang berpura-pura hidup.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan ketika &#8216;Sang Boneka&#8217; mengacungkan pedang pada &#8216;Sang Tuan&#8217;, saat itu pulalah pertunjukan harus diakhiri.&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Malam hampir berakhir.</p>
<p>Sosok-sosok berseragam yang sejak beberapa saat yang lalu mengepung gudang, perlahan mulai bergerak.</p>
<p>Mereka bergerak dengan tenang dan hati-hati. Di tangan-tangan mereka tampak senjata-senjata yang siap digunkan kapanpun.</p>
<p>Lalu beberapa sosok berlari menghampiri pintu utama gudang.</p>
<p>Sebuah perintah diserukan, dan pintu gudang tersebut terbukalah.</p>
<p>Mereka telah siap dengan segala kemungkinan yang mungkin terjadi, tapi apa yang mereka temukan berada diluar batas imajinasi mereka yang terliar sekalipun.</p>
<p>Tergeletak di lantai, tak jauh dari pintu utama gudang, disinari cahaya bulan yang temaram, tampak setengah bagian dari kepala sang makhluk. Bagian-bagian tubuh yang lain, tercabik-cabik, tersebar di seluruh ruangan, sementara darah (cairan tubuh?) sang makhluk memenuhi dinding dan langit-langit.</p>
<p>Di luar gedung, suara sirine terdengar makin nyaring. Tetapi kesunyian telah jatuh di dalam hati.</p>
<p>Fajar akan segera tiba.</p>
<p>***</p>
<p>To Next &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=35&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/mimic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artificial Space Distortion</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/artificial-space-distortion/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/artificial-space-distortion/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 01:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chimera]]></category>
		<category><![CDATA[CoDE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[CoDE: Chimera Chapter: Artificial Space Distortion Zen berdiri seorang diri di tengah ruangan berpilar. Dengan sebilah pedang dalam genggaman tangan kanannya dan zirahnya yang putih, ia terlihat bagaikan seorang ksatria dari abad pertengahan. Sayup-sayup terdengar suara dari langit-langit ruangan, makin lama makin keras, hingga pada suatu saat suara tersebut berubah menjadi sebuah ledakan. BLAAAMMMM Salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=33&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CoDE: Chimera</p>
<p>Chapter: Artificial Space Distortion <span id="more-33"></span>Zen berdiri seorang diri di tengah ruangan berpilar. Dengan sebilah pedang dalam genggaman tangan kanannya dan zirahnya yang putih, ia terlihat bagaikan seorang ksatria dari abad pertengahan.</p>
<p>Sayup-sayup terdengar suara dari langit-langit ruangan, makin lama makin keras, hingga pada suatu saat suara tersebut berubah menjadi sebuah ledakan.</p>
<p>BLAAAMMMM</p>
<p>Salah satu bagian langit-langit pun runuhlah. Diantara kepulan asap sesosok makhluk melompat turun. Dan ketika asap tersebut akhirnya menghilang, berdiri di antara reruntuhan makhluk yang telah merobohkan Saga.</p>
<p>Kemudian dari lubang yang sama, beberapa makhluk bersayap terbang melayang turun. Kali ini makhluk-makhluk tersebut hanya memiliki sebuah tangan yang karena panjangnya hampir selalu ditekukkan.</p>
<p>Zen dengan tenang memandang makhluk-makhluk tesebut. Perlahan-lahan sebentuk helm tempur tumbuh dari zirah yang dikenakannya menutupi hampir seluruh bagian kepalanya.</p>
<p>Tanpa dikomando makhluk-makhluk bersayap tersebut mengarahkan lengannya dan menembakkan sebentuk cairan kehitaman ke arah Zen berdiri.</p>
<p>Namun Zen sama sekali tak menghindar, sesaat seluruh tubuhnya seakan berubah transparan dan cairan kehitaman tersebut menembus tubuhnya begitu saja.</p>
<p>&#8220;Kalian berevolusi lebih cepat dari dugaan kami.&#8221; Zen mengacungkan pedangnya ke arah makhluk-makhluk terebut, &#8220;Tapi di ruangan ini, kalian butuh lebih dari itu untuk mengalahkanku.&#8221;</p>
<p>Setelah itu Zen, dengan kecepatan tinggi berlari menghampiri makhluk-makhluk tersebut. Pedangnya terayun beberapa kali dan empat atau lima dari makhluk-makhluk tersebut pun roboh, masing-masing dengan tubuh terbelah.</p>
<p>Makhluk-makhluk bersayap yang lain dengan segera terbang menyebar sambil sesekali menembakkan cairan kehitaman ke arah zen. seperti sebelumnya, tubuh Zen untuk sesaat memudar dan cairan tersebutpun menembus tubuhnya begitu saja.</p>
<p>Zen memandang ke sekeliling, ia lalu melompat menghampiri makhluk bersayap terdekat dan sekali lagi mengayunkan pedangnya.</p>
<p>Crashhhh</p>
<p>Tubuh sang makhluk terbelah sebelum akhirnya jatuh kembali ke lantai.</p>
<p>Zen mendarat dengan sempurna. Namun baru saja ia menolehkan wajahnya sebuah tendangan telah bersarang di tubuhnya membuatnya terlempar cukup jauh.</p>
<p>Bagaimanapun Zen dengan segera memperbaiki keseimbangan tubuhnya. Sambil menancapkan pedangnya di lantai ia berhasil memperlambat laju tubuhnya menghindarkannya dari menabrak sebuah pilar di ruangan tersebut.</p>
<p>Sesaat ia memandangi bagian zirahnya yang terkena tendangan. Di sana tampak jelas sebentuk retakan telah muncul. Mengalihkan pandangannya ia melihat makhluk yang baru saja menendangnya, makhluk yang sama dengan yang mengalahkan saga, berdiri memandanginya.</p>
<p>Zen kembali berdiri dan memandang kesekelilingnya namun ia tak bisa menemukan satupun makhluk bersayap. &#8220;Mencoba bersembunyi huh?&#8221; gumamnya pada dirinya sendiri, &#8220;Tapi yang jadi masalah adalah yang satu ini.&#8221; Ia kembali memalingkan pandangannya pada makhluk yang baru saja menendangnya.</p>
<p>Mengambil ancang-ancang Zen kemudian berlari mnghampiri makhluk yang mirip seorang perempuan tersebut. Ia baru saja mengayunkan pedangnya saat beberapa cairan kehitaman meluncur menghampiri tubuhnya.</p>
<p>&#8220;Cih,&#8221; gerakan Zen terhenti sesaat dan tubuhnya kembali memudar. Cairan tersebut kembali melewati tubuhnya, namun kali ini begitu tubuhnya kembali seperti semula saat itu juga sebuah pukulan mendarat di wajahnya dan kembali melemparkannya cukup jauh.</p>
<p>Brakkkk</p>
<p>Tubuh Zen membentur salah satu pilar di ruangan tersebut, dan ketika ia mendarat di lantai makhluk-makhluk bersayap tersebut telah menembakkan cairan kehitaman yang dengan sukses melekat menutupi hampir seluruh tubuh Zen.</p>
<p>Kilatan listrik mendadak bermunculan dari cairan tersebut dan melumpuhkan tubuh Zen. Sesaat kemudian cairan tersebut mengeras. Sementara itu potongan-potongan logam mulai berjatuhan dari retakan pada helm Zen.</p>
<p>Makhluk yang menyerupai perempuan berjalan menghampiri Zen dan dengan satu pukulan ia pun menghancurkan kepala Zen.</p>
<p>Cahaya dalam ruangan tersebut padam. Makhluk yang mirip perempuan tersebut kemudian berjalan menuju tangga di tengah ruangan.</p>
<p>Namun langkahnya tiba-tiba saja terhenti. Tak jauh dari tangga, tergeletak sebuah kotak logam kecil dengan beberapa titik bercahaya di tengah ruangan. Titik-titik tersebut satu persatu padam dan ketika titik terakhir padam, sebuah cahaya terang muncul dari kotak tersebut menyinari hampir seluruh ruangan.</p>
<p>***</p>
<p>Di luar menara, di pinggiran kota sebuah otomata yang cukup besar berjalan perlahan. Ssesekali, beberapa makhluk bersayap terbang melewatinya tanpa sekalipun mempedulikannya dan tak lama kemudian otomata tersebut telah tiba di luar kota.</p>
<p>Dengan kaku otomata tersebut bersimpuh. Sambil mengeluarkan suara desisan bagian belakang tubuhnya terbuka dan di dalamnya tampak empat sosok tubuh tengah meringkuk.</p>
<p>Alex meloncat keluar pertama kali, di ikuti gadis dengan rambut kebiruan. Paling akhir, lelaki dengan rambut kelabu keluar dengan Saga dalam gendongannya.Tepat saat itu, Saga membuka kedua matanya.</p>
<p>Lelaki dengan rambut kelabu memandanginya dengan takjub. Dengan hati-hati ia menurunkan Saga dari gendongannya kemudian membaringkannya.</p>
<p>&#8220;Saga&#8230; Saga&#8230;,&#8221; Alex berlari kecil menghampiri Saga kemudian memeluknya. Sementara itu gadis berambut kebiruan dengan ragu-ragu ikut berjalan menghampiri Saga yang saat ini tengah membelai lembut kepala Alex.</p>
<p>&#8220;Sepertinya sistem restorasinya kembali berjalan begitu keluar dari kota,&#8221; entah dari mana seorang anak kecil berambut putih dengan jubah kelabu muncul dari dalam kota.</p>
<p>&#8220;Zen&#8230;&#8221; lelaki berambut kelabu menoleh kearah bocah tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalian harus segera meninggalkan tempat ini,&#8221; sang bocah berhenti melangkah tepat di batas kota, &#8220;Saat ini generator utama kota telah mati, dan kami selaku penguasa kota harus melakukan</p>
<p>hibernasi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa yang akan terjadi dengan kota ini?&#8221; tanya lelaki berambut kelabu</p>
<p>&#8220;PENGUASA DUNIA akan mengambil alih kota.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa yang terjadi dengan para penduduk?&#8221; Saga dengan tertatih, dibantu oleh Alex telah kembali berdiri.</p>
<p>&#8220;Avei adalah satu-satunya penduduk yang tersisa.&#8221; bocah tersebut memandang gadis berambut kebiruan.</p>
<p>&#8220;Apa yang terjadi dengan para penduduk?&#8221; ulang Saga.</p>
<p>&#8220;&#8230;,&#8221; bocah tersebut memandang Saga dengan tajam, &#8220;Puluhan ribu jam yang lalu, sesuatu datang kepinggiran kota, dan dengan nyanyiannya ia memanggil seluruh penduduk keluar. Lalu mereka pergi begitu saja, kemana mereka pergi, kami pun tak dapat memastikannya&#8221;</p>
<p>&#8220;Zen&#8230;&#8221; gadis yang dipanggil Avei berjalan menghampiri sang bocah, namun Saga segera menggenggam tangannya.</p>
<p>&#8220;Kita harus segera pergi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ummm,&#8221; gadis itu menoleh ke arah Saga kemudian menganggukkan kepalanya.</p>
<p>Tak lama kemudian mereka berempat telah berjalan meninggalkan kota tersebut. Sesaat lelaki berambut kelabu berbalik, sambil tersenyum ia melambaikan tangannya pada sang bocah.</p>
<p>Sang bocah tersenyum, &#8220;Sampai jumpa lagi Clotho&#8230;&#8221; bisiknya sebelum tubuhnya menghilang.</p>
<p>***</p>
<p>Di tengah kota, separuh bagian atas dari menara telah berubah bentuk. Di sana kini, yang tampak hanyalah sebuah bola raksasa dengan ratusan tonjolan abstrak di seluruh permukaannya.</p>
<p>Beberapa jam berlalu. Dengan bunyi nyaring sebuah retakan besar muncul di bagian atas permukaan bola. Dari celahnya sesosok tubuh merayap keluar.</p>
<p>Sosok tersebut kemudian berdiri tegak di puncak menara.Sepasang sayap logam muncul dari balik punggungnya. Untuk beberapa saat lamanya sosok itu memandang daerah di kejauhan sebelum akhirnya ia terbang meninggalkan menara tersebut.</p>
<p>***</p>
<p>End Of Arc 1</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=33&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/artificial-space-distortion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Living Cerebrospinal Circuit</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/living-cerebrospinal-circuit/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/living-cerebrospinal-circuit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 01:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chimera]]></category>
		<category><![CDATA[CoDE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[CoDE: Chimera Chapter: Living Cerebrospinal Circuit Ruangan tersebut terlihat kokoh dan lapang. Di seluruh permukaan dinding, juga lantai dan langit-langit, tampak ribuan garis berpendar temaram membentuk sebuah pola yang mirip dengan pola yang biasa terlihat pada sebuah papan rangkaian elektronika. Secara acak cahaya-cahaya kebiruan mengalir melalui lintasan-lintasan tersebut, sementara di tengah ruangan, sebuah bola raksasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=31&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CoDE: Chimera</p>
<p>Chapter: Living Cerebrospinal Circuit<span id="more-31"></span></p>
<p>Ruangan tersebut terlihat kokoh dan lapang. Di seluruh permukaan dinding, juga lantai dan langit-langit, tampak ribuan garis berpendar temaram membentuk sebuah pola yang mirip dengan pola yang biasa terlihat pada sebuah papan rangkaian elektronika.</p>
<p>Secara acak cahaya-cahaya kebiruan mengalir melalui lintasan-lintasan tersebut, sementara di tengah ruangan, sebuah bola raksasa melayang bebas. Sesekali kilatan-kilatan cahaya memancar darinya mengenai dinding ruangan.</p>
<p>Berdiri mengelilinginya, terlihat empat sosok makhluk yang sama sekali berbeda satu sama lain.</p>
<p>Sosok pertama lebih tinggi dari yang lainnya, sepintas ia terlihat mirip dengan manusia dengan dua buah lengan yang panjangnya hampir sama dengan tinggi tubuhnya.</p>
<p>Dua sosok yang lain terlihat sangat mirip dengan makhluk-makhluk bersayap. Hanya saja sementara yang satu memiliki empat lengan, satu yang lainnya tidak memiliki lengan sama sekali, sebaliknya puluhan makhluk kecil mirip serangga terbang mengelilinginya.</p>
<p>Yang terakhir, bertubuh paling kecil, sangat mirip dengan sosok seorang perempuan, dengan rambut hitam yang cukup panjang dan tubuh yang seakan-akan dibalut jaket berwarna kelabu. Namun jelas sekali, keempatnya bukanlah manusia.</p>
<p>Tiba-tiba sebuah lubang terbuka di lantai di dekat pojok ruangan. Sebuah panel bergerak naik dan di atasnya sesosok lelaki, dengan pakaian hitam dan tubuh penuh luka, tengah membidikkan sebuah senjata yang mirip dengan senapan besar ke arah empat sosok di tengah ruangan. Di wajah lelaki tersebut tampak sebuah senyum yang lebih mirip dengan sebuah seringai.</p>
<p>Namun belum sempat lelaki tersebut menembakkan senjatanya, sosok yang memiliki lengan panjang dengan cepat mengayunkan lengannya dan menembakkan sesuatu mirip cairan kehitaman ke arah sang lelaki.</p>
<p>Secara reflek sang lelaki melompat kesamping.</p>
<p>Sesaat kemudian ia telah kembali membidikkan senjatanya dan kali ini tanpa membuang waktu menembakkannya berkali-kali kearah makhluk-makhluk tersebut.</p>
<p>Beberapa tembakannya berhasil mengenai salah satu diantara mereka. Dan dengan itu makhluk bersayap yang tidak memiliki lengan tergeletak dengan kepala pecah dan beberapa lubang di tubuhnya.</p>
<p>Sang lelaki tersenyum puas melihat hal tersebut, ketika tiba-tiba saja makhluk bersayap yang memiliki empat lengan telah berada di hadapannya.Dengan keempat lengannya makhluk tersebut memegangi kedua lengan sang lelaki, mencegahnya menembakkan senjatanya. Dan beberapa saat kemudian makhluk tersebut telah membawa sang lelaki terbang ke atas, mencoba menjatuhkannya dari ketinggian.</p>
<p>Namun belum terlalu tinggi makhluk tersebut membawa sang lelaki terbang, Ia merasakan rasa sakit yang amat di lengannya. Laki-laki tersebut telah menggigitnya. Segera saja ia melepaskan lelaki tersebut, yang dengan ketepatan tinggi berhasil membidikkan dan kemudian menembakkan senjatanya ke arah sang makhluk sebelum ia sendiri jatuh ke lantai.</p>
<p>Blam Blam Blam</p>
<p>Sang lelaki kembali menyeringai saat tembakannya mencabik-cabik tubuh sang makhluk.</p>
<p>Bruaakkk</p>
<p>Tubuh Sang lelaki membentur lantai. Senjata di genggamannya terlepas dan terlempar tak jauh dari tempatnya tergeletak.</p>
<p>Dengan susah payah sang lelaki mencoba bangkit. Tertatih ia berjalan ke arah senjatanya tergeletak.</p>
<p>Langkahnya tiba-tiba terhenti saat sebuah tangan dengan kuat memegangi bagian belakang kepalanya sebelum akhirnya melemparkan dirinya ke salah satu sudut ruangan.</p>
<p>Bruakkkk</p>
<p>Tubuh sang lelaki membentur dinding ruangan, namun kali ini ia tak bangkit kembali.</p>
<p>Dengan tenang sosok yang memiliki lengan panjang berjalan menghampiri sang lelaki. Lalu dengan salah satu lengannya ia mencengkram kepala sang lelaki kemudian mengangkatnya kehadapannya. Sementara itu perlahan lengannya yang lain berubah bentuk. Seperti sebuah lilin mainan, lengan tersebut kini telah menyerupai sebuah tombak yang berwarna kehitaman.</p>
<p>Makhluk tersebut baru saja mengangkat lengan tombaknya dan bersiap mengayunkannya, ketika ia merasakan sebuah cengkraman yang sangat kuat di lengannya yang lain.</p>
<p>Di hadapannya sang lelaki kembali membuka matanya dan dengan tangan kirinya ia mencengkram pergelangan tangan sang makhluk. Makhluk tersebut menarik lengannya dan saat itu pula sang lelaki mengayunkan kepalan tangan kanannya ke wajah sang makhluk.</p>
<p>Krakkk</p>
<p>Pukulan sang lelaki berhasil memecahkan tengkorak kepala makhluk yang mencengkramnya dan sekejap kemudian makhluk tersebut pun tumbanglah.</p>
<p>Kembali sang lelaki mencoba berdiri. Tubuhnya yang semula dipenuhi luka kini berlumuran darah, salah satu pelipisnya sobek dan luka di kepalanya pun telah mengeluarkan darah.</p>
<p>Di hadapannya kini hanya tersisa sesosok makhluk, makhluk dengan bentuk tubuh menyerupai seorang perempuan, yang tampaknya sama sekali tak terpengaruh dengan kematian rekan-rekannya. Dengan matanya yang gelap, makhluk tersebut hanya memandangi sang lelaki ketika ia tertatih-tatih berjalan mengambil senjatanya. Makhluk tersebut bahkan sama sekali tak bergerak saat sang lelaki membidikkan senjatanya ke arahnya.</p>
<p>Untuk beberapa saat mereka berdua hanya berpandangan hingga pada akhirnya sang lelaki memutuskan menurunkan senjatanya.</p>
<p>Sang lelaki kemudian berjalan menghampiri bola raksasa di tengah ruangan. Setelah memutarinya ia berhasil menemukan sebuah panel di salah satu sisi bola tersebut. Lalu dengan sekuat tenaga, dipukulnya panel tersebut.</p>
<p>Zaaapppp</p>
<p>Sekejap garis-garis bercahaya di seluruh sisi ruangan padam sebelum akhirnya kembali menyala. Sementara itu bola raksasa yang tadinya melayang perlahan mendarat di lantai.</p>
<p>Entah bagaimana bola tersebut meleleh, cairan yang dikandungnya meluber keluar dan di dalamnya tampak sesosok gadis kecil tengah meringkuk sambil memejamkan matanya.</p>
<p>Rambut gadis itu pendek dan berwarna kebiruan, tubuhnya di balut pakaian ketat berwarna hitam sementara pada wajahnya tampak garis-garis kecil yang berpendar temaram. Garis-garis tersebut perlahan padam dan saat itulah gadis tersebut membuka matanya yang juga berwarna kebiruan.</p>
<p>Gadis tersebut sama sekali tak melawan saat sang lelaki mengangkatnya dan kemudian menggendongnya.</p>
<p>Sang lelaki kemudian berjalan menghampiri panel tempat ia memasuki ruangan namun di tempat tersebut makhluk yang menyerupai perempuan telah berdiri menghalanginya.</p>
<p>Sang lelaki menurunkan gadis di gendongannya. Sang gadis berdiri dan memandangi sang lelaki dan seolah mengerti ia berlari menjauh.</p>
<p>Sang lelaki mengambil senjatanya dan tanpa banyak bicara menembakkannya pada makhluk yang menyerupai perempuan tersebut. Namun belum sampai peluru tersebut mengenai sang makhluk, makhluk tersebut telah mengayunkan tangannya dan entah bagaimana membelokkan alur peluru tersebut.</p>
<p>Sang lelaki terkejut melihatnya dan ketika ia tersadar makhluk tersebut telah berlari menghampirinya, memegang lengan kananya dan dengan kekuatan luar biasa dilemparkannya sang lelaki ke ujung ruangan.</p>
<p>Namun ternyata kekuatan genggaman makhluk tersebut sangatlah besar sehingga ketika tubuh sang lelaki terlempar, lengan tersebutpun putuslah. Sang lelaki kini terkapar di lantai tanpa, lengan kanan dan senjatanya.</p>
<p>Sambil melemparkan lengan dalam genggamannya ke ujung lain ruangan, makhluk tersebut kemudian berjalan menghampiri sang lelaki. Namun baru saja ia mengulurkan tangannya, sang gadis telah berdiri di hadapannya sambil merentangkan kedua tangannya.</p>
<p>Saat itu juga, dinding-dinding logam bermunculan dari lantai, mengurung tubuh sang gadis dan sang lelaki. Panel di bawah mereka berdua bergerak dan dalam sekejap mereka berdua telah turun meninggalkan ruangan tersebut.</p>
<p>Sampai disitu pengelihatan tersebut pun berakhirlah. Sang lelaki kembali membuka visornya. Zen berdiri di hadapannya, sementara bersembunyi di belakang tubuhnya, gadis yang baru saja ia lihat tampak sedang mengintip, memandangi Alex yang duduk disamping tubuh Saga.</p>
<p>***</p>
<p>To Next &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=31&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/living-cerebrospinal-circuit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Main Generator Tower</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/main-generator-tower/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/main-generator-tower/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 01:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chimera]]></category>
		<category><![CDATA[CoDE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[CoDE: Chimera Chapter: Main Generator Tower Di suatu tempat di dekat menara di pusat kota. Beberapa makhluk bersayap tampak sedang mengelilingi sebentuk kubah abstrak berdiameter kira-kira 30 meter. Cukup lama mereka berada disana, seakan-akan sedang menunggu sesuatu keluar dari dalam kubah tersebut. Namun akhirnya satu persatu makhluk bersayap tersebut kembali berterbangan meninggalkan benda tersebut. Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=29&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CoDE: Chimera</p>
<p>Chapter: Main Generator Tower <span id="more-29"></span>Di suatu tempat di dekat menara di pusat kota. Beberapa makhluk bersayap tampak sedang mengelilingi sebentuk kubah abstrak berdiameter kira-kira 30 meter. Cukup lama mereka berada disana, seakan-akan sedang menunggu sesuatu keluar dari dalam kubah tersebut. Namun akhirnya satu persatu makhluk bersayap tersebut kembali berterbangan meninggalkan benda tersebut.</p>
<p>Dan sampai beberapa saat kemudian, tampaknya memang tak terjadi perubahan pada kubah tersebut. Hingga tiba-tiba muncul sebuah retakan kecil di suatu bagian kubah yang berdekatan dengan jalan.</p>
<p>Perlahan-lahan retakan tersebut semakin membesar dan sampai titik tertentu akhirnya bagian tersebut runtuh, menghasilkan sebuah lubang yang cukup besar yang menghubungkan bagian dalam kubah tersebut dengan dunia luar.</p>
<p>Dari lubang tersebut, bergantian, dua sosok berjalan keluar. Salah seorang diantaranya lelaki dengan rambut kelabu dan pakaian kecoklatan serta sebuah tas kecil tergantung di pundaknya. Sementara yang lain, jauh lebih pendek dari sang lelaki, seorang gadis berpakaian hitam dan rambut hitam sepundak.</p>
<p>Sang lelaki kemudian berjongkok disisi sang gadis dan membersihkan debu dan pasir yang menempel dirambut dan pundak sang gadis.</p>
<p>&#8220;Kau tak apa-apa Alex?&#8221; tanya sang lelaki sambil memeriksa kalau-kalau ada luka di tubuh sang gadis.</p>
<p>Ia kemudian tersenyum puas, &#8220;Hmm, kau baik-baik saja sepertinya. Ayo, kita sudah terlalu lama berada disini&#8221;</p>
<p>Namun belum sempat ia berbalik sang gadis memegang lengannya sambil menunjukkan sebuah bola logam yang tampaknya seakan-akan baru saja terbakar.</p>
<p>Sang lelaki mengambil bola tersebut dari tangan sang gadis dan memeriksanya sejenak sebelum akhirnya mengembalikannya kembali pada sang gadis. &#8220;Sepertinya benda itu sudah rusak.&#8221; Ia kemudain menggaruk-garuk kepalanya, &#8220;Sayang sekali, tapi itu berarti kita tak bisa menggunakan cara yang sama dengan yang tadi kita pergunakan apabila makhluk-makhluk tersebut kembali mengepung kita.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ru&#8230; Sak&#8230;&#8221; Alex memandangi benda di tangannya,&#8221;Rusak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu berarti tak bisa digunakan sebagaimana mestinya&#8221;</p>
<p>&#8220;Rusak!&#8221; Alex melemparkan benda tersebut.</p>
<p>Sang lelaki menghela nafasnya. Ia kemudian memungut kembali benda tersebut dan meletakkannya di tangan Alex. &#8220;Simpanlah, Orang-orang di Organisasi mungkin bisa memperbaikinya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Perbaiki?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tak semua benda yang rusak harus dibuang, kadang dengan memperbaikinya kita bisa membuat benda tersebut berfungsi seperti sedia kala.&#8221; Sang lelaki kembali tersenyum,&#8221;Ayo kita tak tahu kapan makhluk-makhluk itu akan kembali kemari.&#8221; Kali ini sang lelaki mengulurkan tangannya pada sang gadis.</p>
<p>***</p>
<p>BLAM BLAM BLAM</p>
<p>Dengan senjatanya sang lelaki membuat sebuah lubang pada dinding menara, lalu dengan hatihati ia menuntun sang gadis memasuki menara tersebut.</p>
<p>Di dalam, tak jauh berbeda dengan keadaan di luar, ruangan yang baru mereka masuki bahkan jauh lebih gelap dibandingkan kondisi di luar menara. Di sana satu-satunya sumber cahaya hanyalah dari panel-panel di beberapa sudut ruangan yang memancarkan sinar-sinar redup. Dan karena sangat luasnya ruangan tersebut, sinar-sinar tersebut malah membuat kegelapan teras lebih pekat.</p>
<p>Sang lelaki mengambil sebuah visor(kacamata?) dari dalam tasnya dan mengenakannya sebelum melanjutkan berjalan. Sementara di sisi lain sang gadis seakan-akan tak terganggu dengan kegelapan tersebut.</p>
<p>Di tengah ruangan tersebut, diantara kabel-kabel raksasa, tampak sebuah tiang yang sangat besar berdiri tegak. Di sekeliling tiang tersebut, sebuah tangga spiral menghubungkan ruangan tersebut dengan ruangan di atasnya.</p>
<p>Perlahan-lahan mereka berdua menaiki tangga tersebut, melewati puluhan lantai hingga akhirnya mereka sampai pada ruangan yang tampak sangat berbeda dibandingkan dengan ruangan-ruangan di level yang lebih rendah. Tangga yang tadi mereka naiki, juga tiang raksasa, berakhir sampai di sana.</p>
<p>Ruangan tersebut tampak jauh lebih lapang, langit-langitnya pun jauh lebih tinggi Dan alih-alih sebuah tiang raksasa, puluhan pilar berukuran besar menjulang sampai ke langit-langit. Pada permukaan pilar-pilar tersebut ratusan simbol bersinar temaram. Namun meskipun demikian ruangan tersebut jauh lebih terang dibandingkan ruangan-ruangan sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Kalian terlambat&#8230;&#8221; dari balik sebuah pilar tak jauh dari mereka berdua, seorang lelaki berambut putih dengan zirah kebiruan berjalan keluar. Lelaki yang berambut kelabu membuka visornya dan tampak olehnya mata lelaki berambut putih tersebut ternyata berwarna kebiruan.</p>
<p>Drap drap drap</p>
<p>Dari balik pilar yang lain sebuah otomata (semacam robot?) berjalan menghampiri lelaki berambut putih tersebut. Di tangannya tampak sesosok lelaki berambut hitam dengan pakaian yang mirip dengan yang dikenakan Alex tengah tak sadarkan diri. Otomata tersebut kemudian meletakkan lelaki tersebut di lantai tak jauh dari lelaki berambut putih.</p>
<p>&#8220;Sekitar empat puluh tiga jam yang lalu lelaki ini tiba seorang diri di sini. Dan tanpa mempedulikan peringatanku ia memaksa naik ke ruangan pusat pengendalian generator utama.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saga&#8230;&#8221; tanpa di duga Alex mencabut senjata dari punggungnya kemudian membedikkannya pada lelaki berambut putih tersebut. Namun entah kenapa, senjata yang mirp dengan senapan kaliber besar tersebut tampaknya tak bisa digunakan.</p>
<p>&#8220;Tunggu dulu!Alex!&#8221; lelaki berambut kelabu mencoba menghentikan sang gadis namun sang gadis telah lebih dahulu melesat menghampiri sang lelaki.</p>
<p>Dengan tangan kanannya sang gadis mencoba memukul lelaki berambut putih tersebut. Tetapi belum sempat pukulannya mengenai sang lelaki, otomata di samping lelaki tersebut bergerak lebih cepat dan dengan tangannya ia berhasil menangkap Alex. Kini gadis tersebut hanya bisa meronta-ronta dalam genggaman sang otomata.</p>
<p>Kali ini giliran lelaki berambut kelabu yang mencabut senjatanya.</p>
<p>&#8220;Tak apa-apa Lu, lepaskan gadis tersebut.&#8221;</p>
<p>Otomata tersebut dengan segera meletakkan Alex di samping tubuh Saga.</p>
<p>&#8220;Saga&#8230; Saga&#8230;&#8221; Alex mengguncangkan tubuh Saga mencoba membangunkannya.</p>
<p>Lelaki berambut kelabu meletakkan kembali senjatanya, ia kemudian berlari menghampiri Alex dan Saga.</p>
<p>&#8220;Maafkan atas kesalahpahaman yang kutimbulkan.&#8221; lelaki berambut putih tersebut membungkukkan tubuhnya, &#8220;Namaku Zen, Perwakilan Sistem Pengawas Menara Generator Utama sekaligus Penguasa Kota ini.&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>To Next &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=29&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/main-generator-tower/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abandoned Recovery Facility</title>
		<link>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/abandoned-recovery-facility/</link>
		<comments>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/abandoned-recovery-facility/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 01:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>145</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chimera]]></category>
		<category><![CDATA[CoDE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostscripts.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[CoDE: Chimera Chapter: Abandoned Recovery Facility Luka-luka di tubuh sang lelaki sudah tak lagi mengeluarkan darah. Yang tersisa kini hanyalah beberapa lubang menganga di lengan dan tubuhnya. Sementara itu kondisi lelaki yang dibopongnya tak lebih baik, namun tetap saja mereka berdua masih hidup. Di sepanjang jaln yang mereka lalui berderet ratusan bangunan besar kecil, sebagian besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=27&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CoDE: Chimera</p>
<p>Chapter: Abandoned Recovery Facility <span id="more-27"></span>Luka-luka di tubuh sang lelaki sudah tak lagi mengeluarkan darah. Yang tersisa kini hanyalah beberapa lubang menganga di lengan dan tubuhnya. Sementara itu kondisi lelaki yang dibopongnya tak lebih baik, namun tetap saja mereka berdua masih hidup.</p>
<p>Di sepanjang jaln yang mereka lalui berderet ratusan bangunan besar kecil, sebagian besar tanpa pintu dan jendela. Sesekali mereka harus bersembunyi di balik bayangan gedung-gedung tersebut ketika beberapa sosok bersayap melintas di angkasa. Jauh di tengah kota tampak sebentuk menara tinggi menjulang di puncaknya ratusan makhluk bersayap terbang berputar-putar seakan-akan mengumumkan bahwa tempat tersebut adalah sarang mereka.</p>
<p>Sang lelaki kembali memandang alat yang digenggamnya. Di layarnya tampak puluhan garis tumpang tindih juga berbagai simbol yang terus berubah. Kemudian sambil menggenggam erat senjata di tangan lainnya ia melanjutkan perjalanannya.</p>
<p>Di dinding beberapa bangunan terlihat sebentuk lukisan ,atau coretan, besar dan samar, tersusun dari garis-garis putih yang saling tumpang tindih. Beberapa tampak seperti sebuah peta sementara lainnya menggambarkan sosok-sosok raksasa dengan bentuk dasar tubuh mirip manusia. Dulu sekali, mungkin manusia pernah menempati kota ini dan entah karena apa mereka meninggalkannya. Mungkin karena kedatangan makhluk bersayap tersebut, atau mungkin karena hal lainnya.</p>
<p>Di beberapa lorong, puluhan artificial production plant tumbuh bergerombol. Banyak diantaranya yang telah berbuah. Pada suatu kesempatan sang lelaki menyempatkan diri mengambil sebuah dan memakannya. Tampaknya apapun alasan kota itu ditinggalkan, sangat kecil kemungkinannya hal tersebut disebabkan oleh kekurangan makanan.</p>
<p>Namun demikian, beberapa ratus jam yang lalu sebuah sinyal dipancarkan dari kota tersebut, tepatnya dari pusat kota tersebut, yang rupanya adalah menara yang menjadi sarang makhluk-makluk tersebut. Dan hal tersebutlah yang menyebabkan organisasi mengirimkan mereka berdua, juga lima anggota lainnya, ke kota tersebut.</p>
<p>Ketika mereka berdua tiba di kota tersebut, tak ada tanda-tanda keberadaan anggota yang lain. Ada kemungkinan mereka masih berada di dalam perjalanan dan mengingat bukan kebiasaan mereka untuk bekerja dalam kelompok besar tidak tertutup kemungkinan mereka bahkan sudah lebih dahulu menuju ke sumber sinyal. Maka tanpa menunggu lebih lama lagi mereka berdua berjalan menuju pusat kota.</p>
<p>Tapi rupanya organisasi bukan tanpa sebab mengirimkan tujuh anggota ke kota tersebut. Begitu mereka memasuki kota, belasan makhluk bersayap datang menghampiri mereka berdua.</p>
<p>Untuk beberapa saat kedua kelompok tampak sama-sama tidak melakukan apapun. Paling tidak begitulah yang terlihat karena setelah beberapa saat sang lelaki menyadari bahwa kepakan sayap makhluk tersebut menciptakan noise yang mengganggu sistem di tubuhnya.</p>
<p>Maka sang lelaki segera mengambil senjata yang tergantung di pinggangnya dan dengan cepat ditembakkannya berkali-kali kearah kumpulan makhluk bersayap tersebut.</p>
<p>Senjata yang bentuknya menyerupai pistol tersebut nyaris tak mengeluarkan suara saat menembakkan puluhan benda mirip peluru berwarna hitam pekat. Namun ketika benda tersebut menyentuh sasarannya dalam sekejap benda tersebut menghilang begitu juga dengan sasaran yang dikenainya.</p>
<p>Melihat hal tersebut makhluk bersayap yang lain segera terbang berpencar mencoba menghindari tembakan sang lelaki. Samar-samar sebersit informasi muncul di dalam kepala mereka yang memberitahu mereka bahwa makhluk yang mereka hadapi bukanlah manusia.</p>
<p>Kemudian dari ketinggian, makhluk bersayap tersebut balik menyerang. Dari sebuah lengan tambahan di pundaknya mereka menembakkan semacam sinar kearah sang lelaki.</p>
<p>Dan betapapun sang lelaki berusaha menghindari tembakan-tembakan makhluk bersayap tersebut, beberapa masih bisa menembus lengan dan tubuhnya begitu juga dengan rekannya. Maka sambil beberapa kali menembakkan senjatanya, sang lelaki, dengan memanfaatkan asap yang timbul dari tembakan-tembakan kumpulan makhluk bersayap tersebut, segera meraih rekannya sebelum akhirnya mundur dari medan pertempuran.</p>
<p>Beberapa jam telah berlalu sejak kejadian tersebut. Setelah berjalan beberapa kilometer akhirnya sang lelaki tiba di depan sebuah gedung yang cukup besar.</p>
<p>&#8220;Kita sudah sampai,&#8221; bisiknya pada sang rekan.</p>
<p>Perlahan sang rekan membuka matanya. &#8220;Turunkan aku,&#8221; pintanya.</p>
<p>Kemudian sambil tertatih sang rekan berjalan mendekati pintu gedung tersebut. Sang rekan lalu meletakkan tangan kananya pada panel ditengah pintu tersebut.</p>
<p>Panel tersebut berkedip beberapa kali sebelum akhirnya pintu tersebut terbuka. Didalamnya sesosok makhluk telah menanti mereka berdua.</p>
<p>&#8220;Selamat datang&#8230;,&#8221; ujar sosok berjubah putih tersebut, &#8220;di low level recovery facility.&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana kabar anda?&#8221; tanya sosok berjubah putih &#8220;Anda sadar lebih cepat dari perkiraan saya. Apa bahan pengganti yang kuberikan sesuai dengan komposisi tubuh anda?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana kondisinya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tak banyak yang bisa saya lakukan dengan fasilitas yang ada disini, namun setidaknya saya telah membuatkan back up memori dan karakter darinya. Sayang sekali setelah sekian lama sejak terakhir kali saya bertemu dengan manusia.&#8221;</p>
<p>Di atas pembaringan, tampak sang rekan tengah terbaring tak bergerak. Sang lelaki memandangnya beberapa saat. Ia kemudian mengambil senjatanya dan mengarahkannya ke arah tubuh sang rekan.</p>
<p>&#8220;Sayang sekali, tapi di dalam fasilitas ini sebagian besar aplikasi berbasis reaktor tak dapat digunakan. Namun jika anda menginginkannya saya dapat menguraikan tubuhnya kedalam bentuk dasar komponen penyusun tubuhnya.&#8221;</p>
<p>Sosok berjubah putih itu mengambil sebuah kapsul dari dalam sakunya kemudian menyerahkannya pada sang lelaki.</p>
<p>&#8220;Ini data back up yang saya katakan tadi. Sebagian besar data subjek bisa diselamatkan. Anda bisa memulihkannya pada high level recovery facility, tentu saja dalam bentuk fisik yang lain.&#8221;</p>
<p>Sang lelaki menerima kapsul tersebut kemudian berjalan menuju pintu keluar.</p>
<p>&#8220;Anda sudah mau pergi? Sayang sekali padahal saya berharap kita bisa berbincang-bincang sejenak. Paling tidak beritahu saya siapa nama anda?&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa masih ada manusia di kota ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Negatif. Sudah lama sekali tapi mereka semua telah pergi bahkan jauh sebelum kota ini diambil alih.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kemana mereka pergi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sayang sekali, saya hanyalah pegawai pengawas fasilitas kota dari modul tambahan. Pemberian informasi mengenai penduduk kota berada di luar wewenang saya. Namun jika anda pergi ke pusat kota, informasi mengenai hal tersebut mungkin bisa anda dapatkan.&#8221;</p>
<p>Sang lelaki menekan tombol disamping pintu keluar. Beberapa saat kemudian pintu tersebut terbuka dengan sendirinya dan sang lelakipun berjalan keluar.</p>
<p>&#8220;Nama anda?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saga.&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>To Next&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostscripts.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostscripts.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostscripts.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostscripts.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostscripts.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostscripts.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostscripts.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostscripts.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostscripts.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostscripts.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostscripts.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostscripts.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostscripts.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostscripts.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostscripts.wordpress.com&amp;blog=4855774&amp;post=27&amp;subd=lostscripts&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostscripts.wordpress.com/2011/02/24/abandoned-recovery-facility/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c4edb22c81db1e7dbe7225926265705?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">145</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
