MGR 4-6
Merry Go RoundÂ
Chapter 4: It is Certainly not a Love Letter
Kepada siapapun yang menemukan tulisan ini
Kalau kau membaca tulisan ini, besar kemungkinan aku tak lagi hidup di dunia. Percayalah itu untuk kebaikan semua orang.
Sampaikan permohonan maafku pada orang-orang yang mengenalku, dan katakan aku mencintai mereka.
Tapi bukan untuk itu aku menulis tulisan ini.
Aku ingin memberi peringatan, walau mungkin sudah terlambat.
Entah sudah berapa lama mereka datang.
Darimana dan bagaimana, aku tak tahu.
Tapi tujuan mereka jelas.
PERTEMPURAN
Tidakkah kau lihat?
Ada lubang besar menganga di angkasa.
Tak ada harapan untuk manusia.
Mereka ada di mana-mana
Tidakkah kau lihat?
Kepalaku sakit.
SAkit
SAKIt
Sakit
Sakit
Sakit
Sakit
Sakit
SAKIT
Makhluk itu telah masuk ke dalam kepalaku
Berbisik
Bernyanyi
Dan aku pun dapat melihat dengan jelas.
Ada lubang besar menganga di langit.
Tak ada harapan untuk manusia.
Mereka yang tertidur akan segera terjaga.
Kata Makhluk itu.
Tapi bukan mereka yang akan bertahta.
Yang tua dan lemah akan musnah.
Kata mahluk itu.
Yang muda dan kuat akan memenangkan pertempuran.
Kata Makhluk itu.
Kurasa siapapun yang menang
Takada harapan untuk manusia
Makhluk itu ada di dalam kepalaku.
Berbisik berynanyi.
Perlahan aku kehilangan diri ku.
Aku tahu
Setiap hari makhluk itu tumbuh semakin besar.
Kepalaku seperti mau meledak
Aku kehilangan diriku
Aku kehilangan diriku
Aku takut suatu saat makhluk itu akan mengambil alih jiwaku
Aku takut suatu saat aku tak lagi menjadi diriku
Karena itu kupilih kematian
Tak ada harapan
Selamat tinggal
maafkan aku
Terima Kasih
…
…
…
“Jadi bagaimana menurutmu?” tanya Allen pada Jo.
Sekali lagi Jo membaca tulisan di layar laptop temannya itu, berpikir sejenak, lalu berkata, “Kapitalisasinya aneh, dan kukira ada beberapa kesalahan typo di sana.”
“Ini pesan bunuh diri yang ditinggalkan Jrod Truman sebelum kematiannya,” lanjut Allen antusias. Seperti biasa salah satu kawan baik Jo di sekolah ini selalu tertarik pada hal-hal yang tidak biasa.
“Sungguh?” tanya Jo.
“Yah tidak pasti juga sih,” jawab Allen nyengir, “tapi begitulah rumor yang beredar di Internet.”
“Hooo,” Jo menganggukkan kepalanya.
“Aku sungguh penasaran dengan apa yang si Truman maksud dalam pesannya ini,” kata Allen lagi, “Dengan asumsi ini benar-benar pesan yang ia tulis dan ia masih dalam keadaan waras saat menulisnya.”
“Hooo, susah juga”
“Apanya?” tanya Allen.
“Maksudku tetap waras kalau ada makhluk yang masuk ke dalam kepala kita.”
“Yah ada kemungkinan juga sih kalau ia mengalami delusi… gangguan jiwa… personality disorder…” Allen menghela napas panjang, “tapi aku benar-benar berharap ini berarti sesuatu.”
Jo melirik DEADUS yang seperti biasa melayang di sekitarnya. Mungkin kawannya itu bakal gembira seandainya ia juga bisa melihat makhluk itu.
“Maaan benar-benar membosankan,” kembali Allen menggerutu, “dan kau tahu Crop Circle yang jadi perbincangan beberapa minggu lalu? Ternyata itupun bukan buatan alien.”
“Hoooo”
“Fiuuuh seandainya saja ada sesuatu yang menarik yang terjadi…” Allen menutup Laptopnya lalu berbaring menatap angkasa.
“Ah ngomong-ngomong”
“Ya?” Allen membuka matanya.
Jo menggaruk-garuk kepalanya lalu bertanya, “Siapa sih Jrod Truman itu? Apa dia terkenal?”
***
***
Chapter 5: Jrod
Jrod Truman lahir di salah satu kota kecil di Nevada pada tahun 1975.
Pada usia 30 tahun Jrod yang pada awalnya bekerja sebagai pegawai rendahan di sebuah perusahaan makanan berhasil menempati posisi direktur.
Jrod adalah anak satu-satunya di keluarga Truman. Sempat mengalami obesitas pada usia belasan tahun, setelah program diet yang ketat, berat tubuhnya kembali ideal.
Jrod menikah pada usia 27 tahun, tapi lebih karena terpaksa. Pacarnya hamil.
Jrod memiliki seorang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan.
Jrod memiliki anjing peliharaan bernama Barney.
Menurut orang tuanya Jrod masih mengompol saat usianya sembilan tahun.
Makanan kesukaan Jrod adalah Pai Apel.
Jrod juga punya ikan mas bernama Charlie.
Jrod …
Jrod … …
—
Jo menatap layar komputernyanya sambil mengerutkan dahi, sebenarnya tak ada yang benar-benar spesial dari kehidupan seorang Jrod Truman.
Ia hanya heran, mengapa seringkali orang menjadi penting setelah kematiannya.
Tapi jelas bukan semua hal itu yang membuat Jrod Truman terkenal.
—
Pada Juli tahun ini, pada ulang tahunnya yang ke 49 tahun, Jrod tiba-tiba menghilang.
Tak ada yang tahu kemana ia pergi.
Tak ada yang tahu mengapa ia pergi (saat itu).
Tak banyak yang peduli.
Orang-orang di perusahaan dengan mudah menempatkan orang lain untuk menggantikan posisi Jrod di perusahaan.
Para polisi dengan enggan mencarinya.
Tapi baru beberapa hari lalu mereka berhasil menemukan Jrod.
Sisa-sisanya lebih tepat.
Dan sejujurnya bukan Polisi yang menemukannya.
Bukan pula orang-orang di sekitar tempat tinggalnya.
Ia (sisa-sisanya) ditemukan hampir seribu kilometer dari tempat asalnya, saat seorang menemukan sesuatu yang tidak biasa di dalam sereal makanannya.
Tentu saja saat itu ia tak tahu benda apa itu sebenarnya.
Lalu mungkin karena penasaran, atau juga berharap mendapatkan kesempatan untuk menuntut perusahaan makanan itu, ia melaporkan hal itu kepada lembaga perlindungan konsumen.
Orang itu berhasil mendapatkan tuntutannya, dan dia tidak seorang diri.
Setelah dilakukan penelitian, akhirnya diketahui benda asing dalam kotak sereal itu sama sekali bukan sereal melainkan sesuatu yang berasal dari manusia.
Analisis DNA akhirnya mengetahui kalau benda itu dulunya adalah bagian dari Jrod Truman.
Setelahnya polisi tak perlu susah-susah mencari Jrod.
Mereka menemukan sisa-sisanya di pabrik di dalam tangki pengolahan sereal yang memang sudah beberapa bulan tak dibersihkan.
Kerja bagus Jrod.
—
Jo kembali mengerutkan dahinya.
Ia turun ke dapur. Membuka kulkas, lalu meraih sebungkus Chocho Krunk yang sudah tinggal setengah.
Ia hampir melemparkan benda itu ke arah DEADUS yang kini sudah resmi menjadi mesin pemusnah sampah otomatis yang ramah lingkungan, tapi pada akhirnya ia memutuskan membuangnya di tempat sampah di luar rumah.
***
***
Chapter 6: Hole in One
Jo menguap lebar.
Ia mengantuk.
Tapi masih terlalu sore untuk tidur.
Mungkin yang dikatakan Allen benar.
Bahwa dunia ini membosankan.
Tapi…
Jo membuka jendela kamarnya.
Tak seperti biasanya DEADUS melayang ke luar.
Apa ia ingin pergi?
Tidak. DEADUS hanya melayang tenang di dekat jendela, tampak seperti sedang memperhatikan sesuatu.
Jo menjulurkan badannya ke luar jendela. Menengadah ke atas, mencoba mengira-ngira apa yang telah menarik perhatian DEADUS.
Ia mengedipkan matanya beberapa kali.
Tidak. Ia tidak sedang bermimpi.
Sebuah lubang besar menganga di angkasa.